Lanjut ke konten

Hati2, jaga makanan

7 Maret 2017

Baru kutahu, kenapa bumil dilarang makan sembarangan, menghindari makan yg memicu batuk, makan yg memicu pilek, makan yg memicu diare, dsb. Walau belum ketahuan hasil insem yang lalu, tp krn disertai demam, batuk, pilek yang sampai berdahak2, membuatku sadar, ooooooo, begini toh kenapa calon ibu harus aware, karena ini menderita sekali.

Saat batuk dada, perut bahkan hampir semua anggota tubuh ikut bereaksi dan sakit.

Bismillah, laa hawla wa laa quwwata illa billah.

Iklan

Top 3 don’t say or ask this to them

14 oktober 2017, sabtu

Kembali sepenggal cerita tentang “my ttc journey”. Habis ngeliat vlog tentang pasutri yang berjuang untuk mendapatkan anak dan memberi 7 list perkataan yang tabu dikatakan kepada wanita yang sedang berjuang melawan infertility.

Kemudian sy berpikir dan membuat versi sy sendiri, sementara muncullah, top 3 apa yang tidak boleh dikatakan atau ditanyakan kepada wanita yang sedang program kehamilan.
1. Kasihan
Kalimat ini paling sering dikatakan kepada orang lain, bukan kepada orang yang sedang program langsung. Lebih kepada kata buat ngomongin orang, tp hati2 ujung2nya bisa berakhir dengan ngerumpi. Dan buat anda, berharaplah yang diomongin tidak mendengar, karena:

*. Semua orang tidak ada yang suka diomongin,

*. Mereka tidak butuh kata kasihan, tp butuh empati. Bila sampai mereka dengar siap2 anda ditimpuk sendal atau minimal dibatin dalam hati.

2. Sudah coba ini, itu,ani, ono dan bla bla bla…?
Percaya dan berpositif thingkinglah, tanpa anda tanya pun mereka sudah berusaha. Bahkan usaha mereka bisa jadi melebihi daftar pertanyaan, melebihi tips dan trik yg anda bagi, dan semua usaha yang sudah dilakukan adalah melelahkan dan berbuah stres. Baik untuk anda bila memberi pertanyaan tidak ngeyel dan tidak sok tahu demi menjaga hubungan baik dan tentunya menjaga perasaan mereka.

3. Sudah periksa? Jangan2 kena ini kena itu, ada ini, ada itu.
Menurut saya tidak semua orang yang belum diberi momongan sudah pernah memeriksakan diri ke spesialis, tapi hati2, bukan tidak mungkin juga sebagian besar yang lain sudah periksa. Jadi kembali lagi tolong berpositif thingking. Bila anda ingin bertanya, bisa cukup sampai “apa sudah periksa?” Pertanyaan selanjutnya jangan anda menjadi dokter yang mendiagnosa tanpa memeriksa, yang cenderung menurut saya adalah pertanyaan sok tahu, yang berasal dari pengalaman orang lain. Bagi kami yang mempunyai pengalaman yang sama lebih mudah untuk berbagi walau belum kenal dekat, tapi bagi anda yang tidak merasakan, dan merasa tahu, kemudian memberikan pertanyaan dan berharap kami akan menjawab dengan lancar, maka belum tentu itu yang akan anda dapatkan. Karena bisa jadi 1. Anda belum kenal dekat dan tidak mempunyai problem yang sama, 2
Anda tipe orang yang kurang bisa dipercaya, 3. Anda kurang peka, jadi walau diceritakan pun tidak ada efeknya, atau 4. Anda tipe sok tahu banget.

Fyi, buat yang mengalami masalah yang sama kami belum tentu bisa leluasa berbagi, apalagi dengan anda yang tanda petik siapanya?.

Kesimpulan kata, kalimat biasa akan menjadi super sensitif bila berhadapan dengan wanita yang belum punya anak, tingkat kesensitifisan tergantung orangnya. Sedikit bocoran, sebenarnya perkataan atau pertanyaan apapun bisa jadi boomerang bila berhadapan dengan kami2 yang sedang program mendapatkan buah hati. Sangat wajar dan dilarang menjustifikasi atas kesetresan kami. Bila anda berpikir kami terlalu banyak meminta pemakluman maka lebih baik anda menjauh untuk urusan bertanya atau kepo atas program mereka. Take it or leave it.

Ad duha 4,5:
4. Dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan.
5. Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karuniaNya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.

My journey to get you

6 Maret 2017, Senin

Setelah 8 tahun, tanpa kalian, ada keinginan untuk kembali berusaha. Bukan karena stres, bukan karena dorongan dan omongan dari orang, tapi murni karena ingin melaksanakan kewajiban untuk selalu berusaha dan berusaha, sesuai dengan perintahNya. Walaupun ibadahku kacau, walaupun aku jauh dari Nya, tp sedikit pengetahuanku tentang perintah Nya, membawaku untuk kembali berusaha dan berdoa.
Tekad usaha itu akhirnya membawa kami dalam keputusan untuk inseminasi. Yang akhirnya selesai tanggal 4 maret kemarin. Stres adalah musuh utama. Dan menjauhkan diri dari stres adalah salah satu keahlianku, asalkan benar2 tidak dipikirkan.
Perasaan waktu akan insem seperti akan menghadapi ujian profesi, setelah itu lillahi taala.. krn yang penting sudah berusaha, hasilnya tinggal Allah yang memutuskan.
Bismillaah…bunda menunggu kehadiran kalian…
Rabbi habbli minashalihiiin

Aamiin

 

Saya Bangga Menjadi Indonesia

Agak miris membaca banyak orang Indonesia tidak bangga dengan kebangsaannya. Banyak komentar miring tentang Indonesia justru berasal dari orang Indonesia sendiri.

Bagi saya terlahir dalam kebangsaan apapun, sudah menjadi kewajiban untuk merasa bangga dan bersyukur.

Bila diperhatikan, bagi saya pribadi banyak hal yang membuat saya bangga terlahir menjadi orang Indonesia.

Pertama, dengan banyaknya bahasa daerah yang kita punya, kita bisa leluasa ngomongin orang di dalam negeri bahkan sampai di luar negeri, tanpa takut ketahuan. Ups…

Kedua, kita punya adat istiadat yang baik, digabungkan dengan dasar agama, menjadikan orang Indonesia berbudi pekerti. Walau banyak kita baca komentar2 miring di youtube dan sosial media lainnya dalam bahasa Indonesia yang kurang berkenan di hati. Dalam hati saya bilang ini didikannya siapa siiih, kok ngomongnya gak dipikir.

Ketiga, kita punya kekayaan alam, pemandangan yang luas dan indah. Walau kita habiskan seumur hidup kita buat mengunjungi Indonesia, belum tentu bisa semua tempat bisa kita datangi.

Keempat, orang Indonesia pada dasarnya ramah-ramah. Kemana kita pergi, jangan takut, akan selalu ada orang yang membantu bila kita kebingungan.

Kelima, orang Indonesia kuat2. Bangun dini hari bekerja, dan kemudian malam belerja lagi. Rata2 orang Indonesia yang saya kenal punya dua pekerjaan, bahkan ada yang lebih. Apalagi perempuan Indonesia, benar2 wanita perkasa.

Masih banyak hal positif lainnya yang bisa saya banggakan dari Indonesia. Dan untuk menjaganya bukan tugas pemerintah semata, tapi tugas bersama. Dalam artian, bila anak kita berkata kotor mangnya tugas pemerintah buat didik anak kita?

Stop komplain, menuntut dan menyalahkan orang lain, yang berakhir dengan penikiran tidak solutif. Mulailah dari diri sendiri dan keluarga. Fokus pada solusi, bukan pada masalah.

Yup, alhamdulillah, saya bangga menjadi orang Indonesia

Hampa itu…

Hampa itu saat tiada ada
Hampa itu saat ramai yang maya
Hampa itu saat Kau menyirna

Damaiku

Akhirnya mimpi yang damai tentangmu. Aku dengan sedikit keegoisanku mengatakan apa yang tidak sempat kukatakan.

Akhirnya mimpi yang damai tentangmu, kau menoleh dan tak berpaling dariku.

Akhirnya mimpi yang damai tentangmu, kita berbincang laiknya teman lama, tak ada rasa, tak ada beban.

Akhirnya mimpi yang damai untukku

091015

Salam Darimu

Salam darimu harus kuanggap apa
Salam biasa, yang belum bisa kutanggapi biasa
Kabar darimu harus dibalas apa
Kabar biasa yang bagiku luar biasa
Tanya darimu harus kuanggap apa
Tanya biasa yang harus dijawab apa
Dirimu nyata, tetapi bagiku maya

190915