Skip to content

Saya Bangga Menjadi Indonesia

Agak miris membaca banyak orang Indonesia tidak bangga dengan kebangsaannya. Banyak komentar miring tentang Indonesia justru berasal dari orang Indonesia sendiri.

Bagi saya terlahir dalam kebangsaan apapun, sudah menjadi kewajiban untuk merasa bangga dan bersyukur.

Bila diperhatikan, bagi saya pribadi banyak hal yang membuat saya bangga terlahir menjadi orang Indonesia.

Pertama, dengan banyaknya bahasa daerah yang kita punya, kita bisa leluasa ngomongin orang di dalam negeri bahkan sampai di luar negeri, tanpa takut ketahuan. Ups…

Kedua, kita punya adat istiadat yang baik, digabungkan dengan dasar agama, menjadikan orang Indonesia berbudi pekerti. Walau banyak kita baca komentar2 miring di youtube dan sosial media lainnya dalam bahasa Indonesia yang kurang berkenan di hati. Dalam hati saya bilang ini didikannya siapa siiih, kok ngomongnya gak dipikir.

Ketiga, kita punya kekayaan alam, pemandangan yang luas dan indah. Walau kita habiskan seumur hidup kita buat mengunjungi Indonesia, belum tentu bisa semua tempat bisa kita datangi.

Keempat, orang Indonesia pada dasarnya ramah-ramah. Kemana kita pergi, jangan takut, akan selalu ada orang yang membantu bila kita kebingungan.

Kelima, orang Indonesia kuat2. Bangun dini hari bekerja, dan kemudian malam belerja lagi. Rata2 orang Indonesia yang saya kenal punya dua pekerjaan, bahkan ada yang lebih. Apalagi perempuan Indonesia, benar2 wanita perkasa.

Masih banyak hal positif lainnya yang bisa saya banggakan dari Indonesia. Dan untuk menjaganya bukan tugas pemerintah semata, tapi tugas bersama. Dalam artian, bila anak kita berkata kotor mangnya tugas pemerintah buat didik anak kita?

Stop komplain, menuntut dan menyalahkan orang lain, yang berakhir dengan penikiran tidak solutif. Mulailah dari diri sendiri dan keluarga. Fokus pada solusi, bukan pada masalah.

Yup, alhamdulillah, saya bangga menjadi orang Indonesia

Iklan

Hampa itu…

Hampa itu saat tiada ada
Hampa itu saat ramai yang maya
Hampa itu saat Kau menyirna

Damaiku

Akhirnya mimpi yang damai tentangmu. Aku dengan sedikit keegoisanku mengatakan apa yang tidak sempat kukatakan.

Akhirnya mimpi yang damai tentangmu, kau menoleh dan tak berpaling dariku.

Akhirnya mimpi yang damai tentangmu, kita berbincang laiknya teman lama, tak ada rasa, tak ada beban.

Akhirnya mimpi yang damai untukku

091015

Salam Darimu

Salam darimu harus kuanggap apa
Salam biasa, yang belum bisa kutanggapi biasa
Kabar darimu harus dibalas apa
Kabar biasa yang bagiku luar biasa
Tanya darimu harus kuanggap apa
Tanya biasa yang harus dijawab apa
Dirimu nyata, tetapi bagiku maya

190915

Dimana Letak Kasihan

Kasihan seringkali dipakai untuk sebuah obrolan
Obrolan yang menjurus pada omongan belakang
Kasihan digunakan agar omongan tak menjadi sebuah gunjingan yang menyalahkan, bagi yang mengatakan
Kasihan sekali kasihan.
Harusnya ditempatkan pada posisi sesungguhnya
posisi dimana menggunakannya berarti siap untuk menolong
Posisi dimana menggunakannya tidak berakhir dengan omongan belaka
Kasihan ini, kasihan itu, punya hak apa manusia untuk menjustifikasi, padahal yang bersangkutan menikmati

crêpes au chocolaté

crepes coklat

cooking-spree

As full as life is these days, I didn’t want to miss the opportunity to share a special treat that a MOM might like. Besides, I promised a mom I would.

I’ve shared another crêpe recipe with you previously (“plain,”  yet not-so-plain, and simply wonderful) – partly because of its versatility, savory or sweet, it remains our favorite.

Don’t misunderstand – today’s crêpe is no slouch! And it steps in to fill the cockles of a chocolate-lover’s heart…it  might even be the one to make a Mom or Grandma swoon….if you aim for that sort of thing.

__________

With a plateful of warm crêpes of chocolate, you’ll be faced with choices…What to pool inside? What to dribble over?

♥ A mixture of sour cream & crème fraîche, sweetened & flavored with vanilla, tucked inside (see below), and fresh berries toppled over…

 Or perhaps the yogurt of your choice, and then…

Lihat pos aslinya 656 kata lagi

lulus

bismillah

kata orang cobaan seringkali datang bersamaan demikian pula dengan kebaikan. namun apakah sebenarnya kebaikan  itu adalah jawaban atas segala cobaan yang Allah berikan pada kita? that what i feel. many of kindness that Allah gives to me.  dari hari kelulusan, kemudian lulus lagi dan di saat berada di persimpangan antara  keluarga dan keluarga, Allah memberikan kelulusan lagi.

lulus itulah kata yang diikuti setelah menghadapi ujian. apapun ujiannya. dan berharap Allah tidak akan memberikan cobaan, ujian yang hambaNya tidak mampu untuk memikulnya.

dan intinya,  manusia tidak boleh berhenti bersyukur, karena dengan bersyukur maka nikmat kita akan ditambah.

alhamdulillah dan berjuta juta alhamdulillah untuk setiap nikmat yang seringkali terlupakan alhamdulillah. terimakasih Allah.